Menikmati Sotong Pangkong, Menu Ramadan dari Kalbar

Posted by


Ramadan  | MINGGU, 22 AGUSTUS 2010  | MEDIA INDONESIA

MENIKMATI suasana Ramadan di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), belum lengkap rasanya tanpa mencicipi sotong pangkong. Jajanan itu begitu populer di kalangan masyarakat Pontianak, dan hanya ditemui di setiap Ramadan.

Sotong pangkong adalah sotong atau cumi kering yang dimasak dengan cara dipanggang di atas tungku. Selagi dipanggang, cumi ini sesekali dibolak-balik sambil dipukul-pukul dengan palu atau alat pemukul lainnya hingga pipih.

Tujuannya, agar tekstur daging menjadi lebih lunak dan terasa gurih. Oleh karena itu, penganan khas ini dinamai sotong pangkong. Pangkong berarti pukul dalam bahasa Melayu Pontianak.
Sotong pangkong dihidangkan bersama semangkuk sambal berkuah kacang tanah atau ebi atau campuran keduanya. Aroma dan rasanya yang khas membuat makanan ini menjadi menu favorit warga setelah berbuka puasa.

‘’Selama bulan puasa ini sudah tiga kali saya membeli sotong pangkong. Kuah favorit saya campuran kacang tanah dan ebi,’’ kata Aceng, 25, penggemar sotong pangkong.

Jenis jajanan ini mudah dijumpai karena banyak pedagang musiman yang menjualnya di beberapa lokasi. Mulai dari gang sempit hingga di pinggiran jalan raya atau pusat keramaian lainnya.

Salah satu lokasi tempat mangkal para penjual sotong pangkong terletak di Jl Merdeka, Pontianak Barat. Kawasan ini menjadi salah satu pusat jajanan sotong pangkong yang paling ramai dikunjungi pembeli. Tidak kurang puluhan hingga ratusan orang setiap malam mampir ke tempat ini untuk menikmati jajanan khas tersebut.

Para penjual mulai menggelar dagangan mereka sejak sore hingga dini hari. Mereka adalah warga yang bermukim di sekitar Jl Merdeka. Ada puluhan gerobak dan lapak yang mangkal di sepanjang kanan dan kiri jalan tersebut.

Di sini pembeli bisa memilih sotong dengan berbagai ukuran. Baik dalam bentuk utuh maupun berupa potongan kecil. Harga satu porsi bervariasi antara Rp5.000 hingga Rp50 ribu, tergantung pada ukuran sotong.

‘’Saya baru pertama kali mencicipi makanan ini. Tapi, rasanya boleh juga, legit dan ada rasa asin-asinnya,’’ kata Christina Eliza, 28, perantau asal Kabupaten Sintang.

Tidak ada yang mengetahui secara persis kapan tradisi menyantap sotong pangkong mulai berkembang di Pontianak. Namun, yang pasti jajanan yang satu ini juga dikenal hingga ke luar Kalbar.

‘’Kami baru saja mengantar paket sotong pangkong pesanan seorang pelanggan di Jakarta,’’ kata Dea, 15, salah seorang penjual.

Dea sudah dua tahun berjualan sotong pangkong musiman di Jl Merdeka. Setiap hari rata-rata satu kilogram sotong kering berhasil ia jual.

Pelajar SMA ini tertarik mengadu peruntungan di setiap bulan Ramadan karena hasil dari berjualan makanan ini cukup menggiurkan. Apalagi menu sotong pakong hanya ditemui di setiap Ramadan.

‘’Keuntungan saya pada tahun lalu sekitar Rp7 juta. Mudah-mudahan hasil pada tahun ini bisa lebih dari itu,’’ kata Dea penuh harap.  (Aries Munandar/H-2)


Blog Updated at: 6:30 PM